Intelijen Tipikor .MY.ID
Makassar — Jelang penutupan tahun anggaran 2025, Yayasan Pendidikan yang membawahi jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA terus melakukan penguatan program pendidikan dan pembinaan terhadap seluruh unit sekolah. Sejumlah agenda dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar juga berjalan intensif, terutama terkait peningkatan mutu, pendampingan SPMI, hingga penguatan karakter peserta didik.
Menurut Sari Setiawati selaku perwakilan yayasan, seluruh agenda telah terjadwal rapi di bawah koordinasi Direktur Mandiri Pendidikan. “Alhamdulillah semua kegiatan berada dalam kombinasi dan arahan direktur. Kepala yayasan juga aktif mengawasi perkembangan sekolah, mulai dari SD hingga SMA,” ujarnya.
Koordinasi dengan Dinas dan Pengawas Pendidikan

Dalam beberapa bulan terakhir, pihak yayasan mengikuti berbagai undangan rapat dan kegiatan resmi dari Dinas Pendidikan. Di antaranya kegiatan SPMI, pembinaan SDM pendidikan, serta pertemuan yang melibatkan operator sekolah.
“Kami selalu berkoordinasi dengan dinas melalui operator dapodik. Setiap informasi dari kota kami tindaklanjuti, termasuk penguatan administrasi dan pembinaan yang melibatkan pengawas. Bahkan beberapa kegiatan dilaksanakan langsung di hotel dan kantor Telkom,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah-sekolah swasta lain seperti Muhammadiyah dan PGRI juga mengikuti pola koordinasi serupa, sesuai undangan dan jadwal pembinaan dari dinas.
Program Pembelajaran Tambahan untuk Siswa yang Tertinggal
Menanggapi pertanyaan tentang siswa yang belum mencapai standar kenaikan kelas, pihak yayasan menegaskan bahwa setiap anak akan mendapatkan pendampingan khusus.
“Kalau ada anak yang tertinggal, kami siapkan program tambahan. Semua unit mulai dari PAUD sampai SMA memiliki pendampingan langsung dari direktur pendidikan,” katanya.
Hal ini dilakukan karena kemampuan tiap anak berbeda, dan yayasan berkomitmen memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.
Bahkan yayasan memiliki tagline khusus, yaitu “No Child Left Behind” atau “Tidak ada anak yang tidak naik”, dengan sistem pembinaan yang bersifat bimbingan akademik dan karakter.
Penguatan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Karakter Anak
Sekolah di bawah yayasan juga menekankan penguatan bahasa Inggris dan bahasa Arab sejak usia dini. Program tersebut diikuti dengan pembinaan karakter melalui konsep SONDERELLA, sebuah akronim yang merangkum nilai religius, kepemimpinan, dan entrepreneurship.
“Setiap huruf dalam program itu punya makna. Misalnya Soleh, yang membangun kedisiplinan ibadah. Ada pula program memimpin, beriman, hingga pembinaan jiwa wirausaha. Kami membangun karakter anak sesuai kondisi zaman sekarang,” jelasnya.
Persaingan Sekolah Negeri–Swasta dan Upaya Peningkatan Mutu
Yayasan memahami adanya kompetisi sehat antara sekolah negeri dan swasta, terutama dalam hal kualitas pembelajaran dan kepercayaan masyarakat. Beberapa sekolah swasta besar seperti Mangkurat dianggap memiliki standar tinggi karena mayoritas orang tua berprofesi sebagai pejabat atau profesional.
“Kami juga terus meningkatkan kualitas melalui program-program yayasan agar sekolah tetap kompetitif. Pembinaan yayasan dan dinas sangat membantu mempertahankan mutu layanan pendidikan,” ujar Sari.
Kesiapan Menghadapi Program Pemerintah (MBG)
Selain pembinaan internal, yayasan juga membuka diri terhadap program pemerintah seperti MBG (Manajemen Berbasis Government). Beberapa tawaran program telah masuk dan sedang dipertimbangkan.
“Program MBG adalah program pemerintah, dan ke depan pasti akan menyasar semua satuan pendidikan. Beberapa kali pihak MBG menawarkan langsung ke yayasan, mulai dari PAUD hingga SMA. Saat ini kami masih dalam tahap penjajakan berdasarkan prioritas,” ungkapnya.
EDITOR/Safri/Sari/ Diana)

















