Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasionalOpiniTeknologi

Datu Luwu Ungkit Janji Negara, Tegaskan Perjuangan Provinsi Luwu Raya Tak Akan Pernah Padam

69
×

Datu Luwu Ungkit Janji Negara, Tegaskan Perjuangan Provinsi Luwu Raya Tak Akan Pernah Padam

Sebarkan artikel ini

Berita daerah

Example 468x60

INTELIJEN TIPIKOR. YM. ID
LUWU, 23 Januari 2026 — Datu Luwu, Andi Maradang Machulau, kembali mengungkit janji negara yang dinilainya belum pernah ditepati terhadap Tana Luwu. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya selama dirinya masih hidup, demi masa depan generasi Luwu yang akan datang.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Datu Luwu dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija To Luwu yang digelar di Ruang Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (20/1). Acara ini dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai elemen, mulai dari tokoh adat se-Luwu Raya, politisi lintas partai, akademisi dari perguruan tinggi lokal dan nasional, pengusaha muda dan senior, hingga diaspora Wija To Luwu yang datang dari Jakarta, Surabaya, Medan, bahkan luar negeri.

Example 300x600

Dalam sambutannya yang sarat emosi dan sejarah, Datu Luwu mengulas kembali peristiwa penting tahun 1949, ketika Raja Luwu Andi Djemma secara resmi mengajukan permintaan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, agar Tana Luwu diberikan status daerah istimewa dengan otonomi khusus sebagai syarat bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut catatan sejarah yang dibacakan dalam forum tersebut, permintaan itu didasarkan pada kontribusi besar Tana Luwu dalam perjuangan kemerdekaan, mulai dari penyediaan logistik pangan, pengiriman tenaga pejuang, hingga dukungan moral bagi pasukan republik.

“Permintaan tersebut tak pernah diwujudkan. Bahkan hingga puluhan tahun berlalu dan presiden silih berganti, hak historis Tana Luwu itu tidak pernah diberikan,” tegas Datu Luwu, yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Ia menambahkan bahwa meski janji tersebut tidak pernah dipenuhi, semangat perjuangan tidak pernah padam.

“Janji itu memang tidak dipenuhi. Namun hal itu tidak mematahkan semangat perjuangan. Raja Luwu Andi Djemma yakin bahwa seluruh keturunannya, seluruh Wija To Luwu, akan terus menggenggam komitmen memperjuangkan hak-hak yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas bangsa Luwu,” ujarnya.

“Saya sendiri, sebagai Datu Luwu saat ini, berkomitmen bahwa selama nafas masih ada dalam tubuh saya, saya akan berdiri di garis depan memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Pangerang, menyatakan bahwa pihaknya memahami aspirasi masyarakat Luwu dan siap mendukung proses kajian pembentukan provinsi baru tersebut.

“Kami akan menempuh langkah-langkah sesuai aturan hukum yang berlaku, mulai dari kajian data, konsultasi lintas pihak, hingga pengajuan usulan resmi ke pemerintah pusat jika dinilai layak dan mendapat dukungan kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Luwu, Andi Surya, menilai pembentukan Provinsi Luwu Raya akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Menurutnya, wilayah Luwu memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian,perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata budaya.

“Dengan status provinsi sendiri, pengelolaan potensi daerah dapat dilakukan secara lebih optimal, adil, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Silatnas II Wija To Luwu sendiri bertujuan mempererat tali persaudaraan masyarakat Luwu di berbagai daerah sekaligus menyatukan langkah perjuangan demi kemajuan Tana Luwu. Pada akhir acara, seluruh peserta sepakat membentuk tim kerja lintas elemen yang akan menangani berbagai aspek perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, mulai dari dokumentasi sejarah, kajian hukum, hingga sosialisasi kepada masyarakat luas.

Banyak peserta menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan Datu Luwu, menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan harapan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memperkuat identitas dan martabat budaya Luwu di tingkat nasional.

Penulis Safri

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *