Datu Luwu Ungkit Janji Negara, Tegaskan Perjuangan Provinsi Luwu Raya Tak Akan Pernah Padam

Berita daerah

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJEN TIPIKOR. YM. ID
LUWU, 23 Januari 2026 — Datu Luwu, Andi Maradang Machulau, kembali mengungkit janji negara yang dinilainya belum pernah ditepati terhadap Tana Luwu. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya selama dirinya masih hidup, demi masa depan generasi Luwu yang akan datang.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Datu Luwu dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija To Luwu yang digelar di Ruang Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (20/1). Acara ini dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai elemen, mulai dari tokoh adat se-Luwu Raya, politisi lintas partai, akademisi dari perguruan tinggi lokal dan nasional, pengusaha muda dan senior, hingga diaspora Wija To Luwu yang datang dari Jakarta, Surabaya, Medan, bahkan luar negeri.

Dalam sambutannya yang sarat emosi dan sejarah, Datu Luwu mengulas kembali peristiwa penting tahun 1949, ketika Raja Luwu Andi Djemma secara resmi mengajukan permintaan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, agar Tana Luwu diberikan status daerah istimewa dengan otonomi khusus sebagai syarat bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut catatan sejarah yang dibacakan dalam forum tersebut, permintaan itu didasarkan pada kontribusi besar Tana Luwu dalam perjuangan kemerdekaan, mulai dari penyediaan logistik pangan, pengiriman tenaga pejuang, hingga dukungan moral bagi pasukan republik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Permintaan tersebut tak pernah diwujudkan. Bahkan hingga puluhan tahun berlalu dan presiden silih berganti, hak historis Tana Luwu itu tidak pernah diberikan,” tegas Datu Luwu, yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Ia menambahkan bahwa meski janji tersebut tidak pernah dipenuhi, semangat perjuangan tidak pernah padam.

“Janji itu memang tidak dipenuhi. Namun hal itu tidak mematahkan semangat perjuangan. Raja Luwu Andi Djemma yakin bahwa seluruh keturunannya, seluruh Wija To Luwu, akan terus menggenggam komitmen memperjuangkan hak-hak yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas bangsa Luwu,” ujarnya.

“Saya sendiri, sebagai Datu Luwu saat ini, berkomitmen bahwa selama nafas masih ada dalam tubuh saya, saya akan berdiri di garis depan memperjuangkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Pangerang, menyatakan bahwa pihaknya memahami aspirasi masyarakat Luwu dan siap mendukung proses kajian pembentukan provinsi baru tersebut.

“Kami akan menempuh langkah-langkah sesuai aturan hukum yang berlaku, mulai dari kajian data, konsultasi lintas pihak, hingga pengajuan usulan resmi ke pemerintah pusat jika dinilai layak dan mendapat dukungan kuat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Luwu, Andi Surya, menilai pembentukan Provinsi Luwu Raya akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Menurutnya, wilayah Luwu memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian,perkebunan, pertambangan, hingga pariwisata budaya.

“Dengan status provinsi sendiri, pengelolaan potensi daerah dapat dilakukan secara lebih optimal, adil, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Silatnas II Wija To Luwu sendiri bertujuan mempererat tali persaudaraan masyarakat Luwu di berbagai daerah sekaligus menyatukan langkah perjuangan demi kemajuan Tana Luwu. Pada akhir acara, seluruh peserta sepakat membentuk tim kerja lintas elemen yang akan menangani berbagai aspek perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, mulai dari dokumentasi sejarah, kajian hukum, hingga sosialisasi kepada masyarakat luas.

Banyak peserta menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan Datu Luwu, menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan harapan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat serta memperkuat identitas dan martabat budaya Luwu di tingkat nasional.

Penulis Safri

Follow WhatsApp Channel intelijentipikor.my.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadir di Tengah Musibah, Kapolsek Pitumpanua dan Bhayangkari Ringankan Beban Korban Kebakaran*
SMK Negeri 9 Makassar Catat Peningkatan Peserta Didik, Perkuat Pendidikan Karakter dan Siapkan Lulusan Siap Kerja
Patroli Biru Polsek Pitumpanua Sisir Titik Rawan, Polisi Imbau Warga Waspada Gangguan Kamtibmas*
Kontingen Taekwondo Polda Sulsel Raih 9 Medali pada Kejuaraan Kapolri Cup Banten 2026*
MUBES I Makassar Harley Davidson Club (MHDC) Resmi Digelar, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Antaranggot
Sinergi Kementan, Polri, dan Pemkab Wajo Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Gerakan Tanam Serempak di Pallawarukka*
Kolaborasi Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Laksanakan Sambang Kunjung, Imbau Warga Waspada Kebakaran
Sat Reskrim Polres Jeneponto Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Dua Tersangka Diamankan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 05:59 WIB

Hadir di Tengah Musibah, Kapolsek Pitumpanua dan Bhayangkari Ringankan Beban Korban Kebakaran*

Senin, 20 Juli 2026 - 02:48 WIB

SMK Negeri 9 Makassar Catat Peningkatan Peserta Didik, Perkuat Pendidikan Karakter dan Siapkan Lulusan Siap Kerja

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:06 WIB

Patroli Biru Polsek Pitumpanua Sisir Titik Rawan, Polisi Imbau Warga Waspada Gangguan Kamtibmas*

Minggu, 19 Juli 2026 - 05:46 WIB

Kontingen Taekwondo Polda Sulsel Raih 9 Medali pada Kejuaraan Kapolri Cup Banten 2026*

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:46 WIB

MUBES I Makassar Harley Davidson Club (MHDC) Resmi Digelar, Perkuat Solidaritas dan Persaudaraan Antaranggot

Berita Terbaru