Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasionalOpiniTeknologiTNI-POLRI

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) UPTD Puskesmas Marusu Bahas Prioritas Kesehatan 2026

11
×

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) UPTD Puskesmas Marusu Bahas Prioritas Kesehatan 2026

Sebarkan artikel ini
0-3840x2160-0-0-{}-0-24#
Example 468x60

Intelijen Tipikor my idMarusu – UPTD Puskesmas Marusu menggelar kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Dusun Balie, wilayah Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan partisipatif, serta menjadi forum strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat guna meningkatkan derajat kesehatan di tingkat desa.

Example 300x600

MMD dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, aparat desa, hingga perwakilan masyarakat. Turut hadir Kepala Desa, Sulkarnain, S.E., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya musyawarah yang dipandu langsung oleh pihak UPTD Puskesmas Marusu.

Dalam sambutannya, perwakilan Puskesmas Marusu menegaskan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan. Ia menyampaikan bahwa MMD merupakan wadah untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan yang ada, sekaligus merumuskan solusi bersama secara terpadu.
“Melalui kegiatan ini, kita harapkan terjalin sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup warga,” ujarnya.

0-3840×2160-0-0-{}-0-24#

Dalam pemaparan materi, disampaikan hasil penimbangan dan pengukuran antropometri balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Marusu per Januari 2026. Data menunjukkan masih adanya permasalahan gizi yang perlu mendapat perhatian, di antaranya underweight sebesar 9,5 persen, stunting 17,8 persen, dan wasting 4,7 persen.
Selain itu, di Desa Nisombalia juga

ditemukan permasalahan gizi balita dengan angka underweight 10,6 persen, stunting 7,08 persen, dan wasting 10,6 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik langsung seperti asupan makanan dan penyakit infeksi, maupun faktor tidak langsung seperti ketersediaan pangan, pola asuh, sanitasi lingkungan, akses air bersih, pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan, serta pemberdayaan keluarga.

Tidak hanya itu, masalah kekurangan gizi mikro juga menjadi perhatian, seperti anemia defisiensi besi, defisiensi vitamin A, dan kekurangan yodium yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak.
Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam musyawarah tersebut, di antaranya peningkatan layanan posyandu, percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) juga menjadi fokus utama dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat.

0-3840×2160-0-0-{}-0-24#

Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, saran, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan sejumlah masukan konstruktif yang akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja Puskesmas ke depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi lintas sektor dapat semakin diperkuat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. MMD juga diharapkan mampu memastikan setiap program kesehatan yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Red safri

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *