IntelijenTipiko. my. id
PANGKEP( 23/1/24/5 )Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, kembali membuahkan hasil. Memasuki hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dari lereng tebing dengan medan ekstrem, Jumat pagi.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada pagi hari ini sangat mendukung jalannya operasi udara.
“Alhamdulillah pagi hari ini cuaca cukup cerah, sesuai yang kita harapkan, sehingga sangat memungkinkan untuk melaksanakan penerbangan. Satu pesawat heli Caracal H-2213 TNI Angkatan Udara berhasil mengevakuasi dua korban dan langsung diarahkan untuk proses serah terima,” ujarnya kepada awak media.
Ia menyebutkan, medan lokasi evakuasi tergolong sangat berat, terjal, curam, dan berisiko tinggi. Karena itu, dibutuhkan pesawat dengan spesifikasi khusus serta personel yang memiliki keahlian high angle rescue.
“Medannya sangat ekstrem, sehingga tidak semua potensi bisa masuk. Hanya personel dengan kemampuan khusus yang dapat diterjunkan,” jelasnya.
Pada pagi hari ini, tim di lapangan sebenarnya telah menyiapkan tiga korban untuk proses evakuasi. Selain itu, tim kembali menemukan satu korban tambahan, sehingga diharapkan total empat korban dapat dievakuasi dalam satu hari.
Namun, korban terakhir yang ditemukan berada dalam kondisi tidak utuh.
ГPerlu kami sampaikan kepada rekan-rekan media, korban ditemukan dalam bentuk jenazah, namun terdapat bagian tubuh yang tidak lengkap atau body part. Mohon dipahami konteksnya,” tegas Danlanud.Hingga pagi ini, total sembilan kantong jenazah telah berhasil dievakuasi. Satu kantong lainnya masih dalam proses evakuasi dan diperkirakan tiba di posko untuk proses packing di Kantor Dinas Baru sekitar pukul 08.40 WITA.
Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, lokasi penemuan korban berada pada kedalaman bervariasi, mulai dari 100 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak gunung, yang membuat tingkat kesulitan operasi semakin meningkat dari hari ke hari.
Selain korban, tim juga menemukan sejumlah puing pesawat, namun rincian temuan tersebut akan disampaikan secara resmi oleh divisi terkait sesuai prosedur setiap operasi.
“Perpanjangan operasi bukan keputusan yang mudah. Selain faktor cuaca dan medan, kami juga mempertimbangkan kondisi personel yang telah lama bertugas di area operasi dan berpotensi mengalami kontaminasi, sehingga wajib menjalani medical check up,” pungkasnya.
Operasi SAR pesawat ATR 42-500 ini melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI AU, Basarnas, TNI AD, Polri, serta relawan dengan kemampuan khusus, dan tetap mengedepankan prinsip keselamatan personel di tengah medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung.
Red safri



















