BeritaInternasionalOpini

Juru Kunci Makam Tuang Guru Karaeng, Nurafli Dg Taba, Terus Jaga Warisan Sejarah dan Spiritualitas di Tengah Kota Makassar

20

Berita seremonia

Makassar – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan Kota Makassar yang semakin pesat, terdapat sebuah situs bersejarah yang tetap menjadi tujuan masyarakat untuk mengenang jejak dakwah ulama terdahulu, yakni Makam Tuang Guru Karaeng (Syekh Rivai bin Mudtalib) yang berlokasi di Jalan Rappocini Raya, Lorong 3 Nomor 15, Kota Makassar.tgl 16/6/2026

Di balik terjaganya kawasan makam tersebut, terdapat sosok Nurafli Dg Taba yang selama ini mengabdikan dirinya sebagai juru kunci makam. Dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan, ia terus menjaga kebersihan, ketertiban, serta kelestarian kompleks makam yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan religius bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Setiap hari, Nurafli Dg Taba menyambut para peziarah yang datang dari berbagai daerah. Kehadiran para peziarah tidak hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk mengenang perjuangan dan jasa-jasa Tuang Guru Karaeng dalam menyebarkan ajaran Islam di masa lampau.

Sebagai juru kunci, tugas yang diemban Nurafli tidak hanya sebatas merawat kondisi fisik kawasan makam. Ia juga berperan menjaga nilai-nilai sejarah dan spiritualitas yang melekat pada sosok Syekh Rivai bin Mudtalib atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Tuang Guru Karaeng. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan budaya dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dedikasi dan pengabdian yang ditunjukkan Nurafli Dg Taba mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai keberadaannya turut membantu menjaga eksistensi salah satu situs bersejarah yang memiliki arti penting bagi masyarakat, baik dari sisi keagamaan maupun kebudayaan.

Di tengah modernisasi dan pembangunan yang terus berkembang, keberadaan Makam Tuang Guru Karaeng menjadi pengingat akan pentingnya menghargai jasa para ulama yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan Islam di Sulawesi Selatan. Situs ini juga menjadi simbol warisan sejarah yang perlu dijaga bersama agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Nurafli Dg Taba berharap masyarakat dapat terus menumbuhkan kesadaran untuk merawat, menghormati, dan melestarikan peninggalan sejarah yang ada. Menurutnya, menjaga situs bersejarah bukan hanya tanggung jawab pengelola atau juru kunci semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu.

Dengan komitmen yang terus dijaga dan semangat pelestarian yang kuat, Nurafli Dg Taba bertekad untuk terus mengabdikan dirinya dalam menjaga Makam Tuang Guru Karaeng agar tetap lestari, terawat, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian penting dari sejarah dan identitas budaya masyarakat Makassar.

RedaksiSemoga bermanfaat untuk publikasi media maupun dokumentasi kegiatan pelestarian situs sejarah di Kota Makassar.

 

Penulis Hamad. N

Exit mobile version