Makassar Cenderawasih, kepala sekolah Basri Kamaruddin menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua siswa, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas. Sejak mulai bertugas sebagai kepala sekolah pada April 2021, ia terus berupaya menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh pihak yang terkait dengan sekolah.17/62026
Menurut Basri Kamaruddin, saat pertama kali menjabat dirinya belum banyak dikenal oleh orang tua siswa maupun masyarakat sekitar sekolah. Namun melalui pendekatan yang aktif, terbuka, dan penuh kekeluargaan, berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekolah perlahan dapat diselesaikan bersama.
“Awalnya saya sebagai pejabat baru tentu belum banyak dikenal. Namun saya berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa maupun masyarakat sekitar sekolah. Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerja sama yang terjalin, berbagai kekurangan di sekolah ini sedikit demi sedikit dapat diperbaiki,” ujarnya.
Selain fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan hubungan dengan orang tua siswa, SD Negeri Cenderawasih juga menjadi salah satu sekolah pertama di Kota Makassar yang menerima dan menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari 2025.
Basri menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut tidak hanya sebatas mendistribusikan makanan kepada peserta didik, tetapi juga disertai dengan pemantauan perkembangan kesehatan dan akademik siswa secara berkala. Sekolah melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan kondisi psikologis dan perkembangan belajar siswa.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG di SD Negeri Cenderawasih memberikan dampak yang positif. Kami melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, serta memantau perkembangan kejiwaan dan akademik anak-anak. Hasilnya menunjukkan perubahan yang baik bagi peserta didik,” jelasnya.
Meski berdomisili di Kabupaten Gowa, Basri mengaku tetap berkomitmen penuh untuk memberikan yang terbaik bagi SD Negeri Cenderawasih. Ia berharap seluruh masyarakat dan orang tua siswa yang berada di sekitar lingkungan sekolah turut berperan aktif dalam mendukung kemajuan sekolah.
“Saya tinggal di Gowa, tetapi tetap berusaha bekerja keras untuk memajukan sekolah ini. Karena itu saya berharap masyarakat dan orang tua siswa yang berada di sekitar sekolah juga memiliki kepedulian yang sama untuk melihat sekolah ini berkembang menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat sangat diperlukan agar sekolah tidak hanya berkembang dari sisi kualitas pendidikan, tetapi juga dari aspek kebersihan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan sekolah.
“Kami ingin sekolah ini cantik di dalam, cantik di luar, dan kualitas pendidikannya terus meningkat. Jika ada permasalahan, mari dibicarakan bersama. Jangan langsung menyebarkannya di luar tanpa komunikasi dan tanggung jawab yang jelas,” tegas Basri.
Terkait pelaksanaan Program MBG, pihak sekolah mengakui masih terdapat beberapa kendala teknis yang ditemui di lapangan. Di antaranya adalah keterlambatan distribusi makanan, menu yang kurang sesuai dengan selera siswa, hingga ditemukannya makanan yang mengalami penurunan kualitas seperti berbau atau rusak.
Namun demikian, setiap kendala yang ditemukan selalu segera dilaporkan kepada pihak penyedia layanan, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Setiap ada masalah kami langsung melaporkannya kepada SPPG dan mereka merespons dengan cepat. Secara umum program ini berjalan dengan baik dan pengelolaannya cukup bagus,” katanya.
Basri juga menjelaskan bahwa pihak sekolah pernah menerima laporan dari beberapa siswa yang mengaku tidak memperoleh paket MBG. Namun setelah dilakukan penelusuran, sebagian besar kasus tersebut terjadi karena siswa tidak hadir ke sekolah dan tidak mengambil jatah makanan sesuai mekanisme yang telah disampaikan sebelumnya.
“Kami sudah menyampaikan bahwa siswa yang tidak masuk sekolah tetap bisa mengambil makanan dengan membawa wadah sendiri. Namun terkadang informasi tersebut tidak diperhatikan sehingga muncul anggapan bahwa mereka tidak mendapatkan MBG,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi yang terus dibangun antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah, SD Negeri Cenderawasih optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, pertumbuhan, dan peningkatan prestasi belajar peserta didik.
Basri Kamaruddin berharap sinergi seluruh pihak dapat terus terjaga demi mewujudkan SD Negeri Cenderawasih sebagai sekolah yang unggul, sehat, nyaman, dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter serta berprestasi.
Red safri intelijen
